AS-China Yang Memanas, Melambungkan Harga Emas

Harga emas terus menguat. Di sesi perdagangan Selasa malam ini, harga emas spot naik 0.5 persen ke $1.470.91 per ons, setelah sempat menyentuh level tinggi di $1,474.81, tertinggi sejak bulan Mei 2013. Total sejak kemarin, harga emas spot sudah naik lebih dari 2 persen. Di sisi lain, harga emas futures di Comex New York juga naik dengan persentase yang sama ke harga $1,483.30.

“Terdapat sebuah masalah ketidakpastian yang besar dalam hal pertumbuhan ekonomi, khususunya soal perseteruan dagang antara AS dan China. Mengingat ada kenaikan volatilitas di AS dan pasar saham global, emas mendapatkan dukungan dari kondisi tersebut,” kata Jeff Klearman, manajer portofolio di GraniteShares.

Kehebohan di pasar global mengendur setelah China menjaga ketat Yuan, sehari setelah membiarkannya melemah sampai ke angka 7 per dolar AS. Langkah yang diambil China tersebut membuat AS mencap Beijing sebagai manipulator mata uang. Tak terima dicap demikian, bank sentral China mengingatkan agar AS hati-hati dalam bertindak karena dapat menimbulkan bahaya dalam order finansial internasional dan menyebabkan kekacauan dalam pasar finansial.

 

Pasar Skeptis AS-China Bakal Sepakat, Peluang Rate Cut The Fed Terbuka Lagi

Lembaga-lembaga finansial terkemuka pun skeptis AS dan China dapat benar-benar berdamai. Menurut Goldman Sachs, kedua negara tersebut tak punya ekspektasi untuk gencatan perang dagang, setidaknya sebelum pemilu presiden AS pada bulan November 2020.

Di samping itu, kondisi ini kian menggencet The Fed untuk kembali memangkas suku bunga. Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals mengungkapkan, para pengamat pasar sekarang ini memperhitungkan perang dagang AS-China sebagai salah satu faktor yang dapat memaksa Federal Reserve untuk segera memotong suku bunganya lagi. Oleh karena itu, Wyckoff mengingatkan agar para trader memperhatikan pidato dari para pejabat Federal Reserve beberapa hari ke depan, guna mendapatkan petunjuk.

Baca Juga:   Saham Asia Lemah Terdampak AS-China dan Menunggu Fed

Kondisi ketidakpastian yang makin meningkat, serta potensi Rate Cut The Fed yang membesar membuat emas berada di atas angin. Para analis memperkirkan bahwa permintaan terhadap emas akan berlanjut, dan emas akan dimasukkan ke portofolio para investor sebagai aset untuk dimiliki.

Tinggalkan sebuah Komentar