Apa itu Reversal dan Retracement dalam Trading Forex

Ada dua jenis perubahan harga yang biasanya dianggap menandai peluang trading forex terbaik, yaitu reversal dan retracement. Sayangnya, banyak trader forex yang tak memahami apa itu reversal dan retracement, bagaimana konsepnya, serta bagaimana mengenalinya saat trading. Bahkan, tak jarang trader pemula sering tertukar antara keduanya. Oleh karena itu, artikel ini akan mengupas mengenai reversal dan retracement dalam trading forex.

Pengertian Reversal Dalam Trading Forex

Reversal adalah perubahan tren harga yang bersifat permanen, bisa berlangsung dalam jangka panjang (lebih dari seminggu), dan melibatkan perubahan outlook suatu mata uang secara fundamental. Reversal bisa berarti perubahan tren bearish menjadi bullish, maupun perubahan tren bullish menjadi bearish. Yang penting, perubahan tren ini berlangsung terus menerus dalam waktu lama dan bisa dilihat secara nyata pada time frame Daily atau yang lebih tinggi.

Berikut ini contoh grafik yang menampilkan terjadinya reversal:

contoh grafik terjadinya reversal

Pada gambar di atas, nampak bahwa tren bullish pada pasangan mata uang GBP/USD sudah berlangsung selama berhari-hari. Namun, terjadi sesuai pada tanggal 28 Januari 2019 yang merubah tren secara signifikan menjadi bearish. Tren bearish ini berlangsung hingga sekarang, dan belum nampak adanya tanda-tanda reversal lagi.

Biasanya, situasi reversal bisa dikenali dengan beberapa cara:

  1. Secara teknikal, harga tak mampu menembus level psikologis tertentu yang juga berstatus sebagai level resistance penting. Misalnya pada level 1.3200 yang nampak pada grafik di atas. Penyebabnya, bisa jadi pelaku pasar menilai kalau nilai mata uang akan terlalu mahal atau terlalu murah jika melampaui level psikologis tersebut.
  2. Secara teknikal, terbentuk pola candle tertentu yang berdampak besar (Triple Candlestick Pattern), seperti Three Inside Up, Three Inside Down, Morning Star, Evening Star, Three Black Crows, Three White Soldiers, dan lain sebagainya.
  3. Secara teknikal, telah terbentuk sebuah pola harga yang bermakna signifikan, seperti Rounding Bottom, Rounding Top, Double Bottom, Double Top, dan lain sebagainya.
  4. Secara fundamental, terjadi peristiwa atau telah dirilis suatu berita yang merubah outlook ekonomi negeri asal mata uang terkait dalam jangka panjang. Sebagaimana pada contoh grafik di atas, GBP/USD mengalami reversal dari bullish menjadi bearish pada level psikologis penting karena terjadi peningkatan ketegangan politik secara signifikan akibat ketidakpastian Brexit (rencana Inggris untuk keluar dari Uni Eropa.
Baca Juga:   Tipe Trader Forex

Momen reversal menawarkan keuntungan trading forex paling optimal. Sayangnya, momen ini cukup sulit untuk dideteksi (kecuali jika Anda hafal semua jenis pola candle dan pola harga dalam forex). Tapi, tak usah kecewa. Anda masih bisa mengambil kesempatan trading ketika terjadi retracement yang jauh lebih sering terjadi dan relatif mudah dikenali.

Pengertian Retracement Dalam Trading Forex

Retracement adalah perubahan harga yang bersifat temporer (sementara), hanya berlangsung dalam jangka pendek (beberapa hari), serta hanya merupakan koreksi kecil dalam tren yang lebih besar karena tak ada perubahan outlook fundamental. Retracement bearish (Bearish Retracement) akan terjadi di tengah tren bullish, sedangkan retracement bullish (Bullish Retracement) akan terjadi di tengah tren bearish.

Berikut ini contoh grafik yang menampilkan terjadinya retracement:

Pada gambar di atas, nampak bahwa tren bullish pada pasangan mata uang GBP/USD sudah berlangsung selama berhari-hari. Namun, terjadi sesuai pada tanggal 28 Januari 2019 yang merubah tren secara signifikan menjadi bearish. Tren bearish ini berlangsung hingga sekarang, dan belum nampak adanya tanda-tanda reversal lagi.  Biasanya, situasi reversal bisa dikenali dengan beberapa cara: 1. Secara teknikal, harga tak mampu menembus level psikologis tertentu yang juga berstatus sebagai level resistance penting. Misalnya pada level 1.3200 yang nampak pada grafik di atas. Penyebabnya, bisa jadi pelaku pasar menilai kalau nilai mata uang akan terlalu mahal atau terlalu murah jika melampaui level psikologis tersebut. 2. Secara teknikal, terbentuk pola candle tertentu yang berdampak besar (Triple Candlestick Pattern), seperti Three Inside Up, Three Inside Down, Morning Star, Evening Star, Three Black Crows, Three White Soldiers, dan lain sebagainya.  3. Secara teknikal, telah terbentuk sebuah pola harga yang bermakna signifikan, seperti Rounding Bottom, Rounding Top, Double Bottom, Double Top, dan lain sebagainya. 4. Secara fundamental, terjadi peristiwa atau telah dirilis suatu berita yang merubah outlook ekonomi negeri asal mata uang terkait dalam jangka panjang. Sebagaimana pada contoh grafik di atas, GBP/USD mengalami reversal dari bullish menjadi bearish pada level psikologis penting karena terjadi peningkatan ketegangan politik secara signifikan akibat ketidakpastian Brexit (rencana Inggris untuk keluar dari Uni Eropa. Momen reversal menawarkan keuntungan trading forex paling optimal. Sayangnya, momen ini cukup sulit untuk dideteksi (kecuali jika Anda hafal semua jenis pola candle dan pola harga dalam forex). Tapi, tak usah kecewa. Anda masih bisa mengambil kesempatan trading ketika terjadi retracement yang jauh lebih sering terjadi dan relatif mudah dikenali.  Pengertian Retracement Dalam Trading Forex Retracement adalah perubahan harga yang bersifat temporer (sementara), hanya berlangsung dalam jangka pendek (beberapa hari), serta hanya merupakan koreksi kecil dalam tren yang lebih besar karena tak ada perubahan outlook fundamental. Retracement bearish (Bearish Retracement) akan terjadi di tengah tren bullish, sedangkan retracement bullish (Bullish Retracement) akan terjadi di tengah tren bearish.   Berikut ini contoh grafik retracement:

Pada grafik di atas, terlihat jelas bahwa tren yang sedang berlangsung pada pasangan mata uang GBP/USD dalam time frame Daily (D1) antara 11 Juni-13 Agustus adalah bearish. Namun, terjadi empat kali retracement (koreksi) kembali ke batas atas channel. Selain itu, ada pula beberapa kali koreksi sampai garis tengah channel. Setelah retracement berakhir, harga langsung berbalik bearish lagi hingga secara keseluruhan menampilkan depresiasi GBP selama sekitar sebulan. Sebelum muncul sinyal reversal, maka grafik harga yang mengalami retracement pasti akan berbalik ke tren asalnya.

Umumnya, retracement ditandai oleh beberapa situasi, antara lain:

  1. Secara fundamental, tidak ada peristiwa ataupun rilis berita yang merubah outlook ekonomi negeri asal mata uang terkait dalam jangka panjang. Retracement mengindikasikan terjadinya koreksi karena aksi profit-taking para spekulan kecil-kecilan. Namun, karena para trader besar tidak merubah proyeksinya terhadap mata uang tersebut serta mempertahankan posisi trading mereka, maka pergerakan harga berbalik kembali ke tren asalnya.
  2. Secara teknikal, harga berada dekat level psikologis tertentu, tetapi level psikologis tersebut bukan merupakan level resistance penting dalam jangka panjang. Namun, perhatikan bahwa kisaran retracement di masa lalu bisa menjadi lokasi untuk reversal di masa depan jika relevansinya sebagai level resistance itu meningkat.
  3. Secara teknikal, hanya terbentuk pola candle berdampak ringan (Single/Double Candlestick Pattern), atau malah tidak terbentuk pola candle tertentu sama sekali.
  4. Secara teknikal, tidak terbentuk suatu pola harga yang bermakna signifikan, seperti Rounding Bottom, Rounding Top, Double Bottom, Double Top, dan lain sebagainya. Selain itu, apabila ditarik channel regresi (Regression Channel) antara puncak dan lembah pada grafik harga, maka nampak dinamika sebagaimana nampak pada gambar di atas
Baca Juga:   Bankir Sentral Jerman Memperingatkan Untuk Tidak Mengembalikan Stimulus Di Eropa

Di samping dideteksi menggunakan channel, retracement juga bisa dilacak dengan memanfaatkan level-level Fibonacci, Pivot Point, atau Trendline. Semua perangkat gambar ini sudah lazim tersedia pada platform trading online, termasuk Metatrader4 dan Metatrader5. Anda juga dapat memadukan penggunaan alat gambar seperti itu dengan indikator teknikal umum, misalnya Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan sejenisnya untuk mengonfirmasi sinyal retracement yang muncul.

Beri rating artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...

Tinggalkan sebuah Komentar