Analisa Emas, Minyak dan Perak Harian 15 August 2019

Emas – berbalik naik di tengah ketakutan resesi

Ketakutan akan resesi ekonomi menghantui dunia setelah kurva yield obligasi U.S mengalami inversi. Inversi pada kurva yield obligasi merupakan indikator terjadinya resesi yang cukup akurat pada masa lalu. Bursa saham global mengalami tekanan sementara harga emas terdorong naik.

Harga emas diperkirakan masih akan dapat bergerak naik dalam situasi ini dan menjadikan $1,550 sebagai sasaran kenaikan.

Level penting hari ini:

Support: $1,500, $1,480, $1,450

Resistance: $1,550

Perak – waktunya melanjutkan kenaikan

Inilah waktunya untuk logam berharga untuk bersinar, di dalam situasi di mana pasar kemungkinan memasuki resesi maka logam berharga akan menjadi incaran pasar. Harga perak kembali ditutup di atas $17.00 kemarin dan saat ini sedang mencoba bergerak naik menuju $17.50. Tanpa ada perubahan yang signifikan pada situasi fundamental maka harga perak dapat mencapai $17.50 dan bergerak lebih tinggi.

Level penting hari ini:

Support: $17.00, $16.80, $16.50

Resistance: $17.50

Minyak crude oil – kembali tertekan ke support $54.50

Resesi bukanlah kabar yang baik bagi harga minyak. Tahun 2007-2008 merupakan gambaran terbaik untuk hal yang terjadi pada harga minyak saat resesi. Harga merosot sangat tajam dan kehilangan hampir 80% nilainya dari harga tertinggi.

Secara teknikal, harga minyak masih tersupport oleh $54.50 dan masih berpeluang untuk bertahan di dalam channel bearish. Walaupun berita akan resesi menguat, trader sebaiknya hanya mengambil posisi short ketika harga sudah bergerak naik terlebih dahulu.

Level penting hari ini:

Support: $54.50, $52.40, $50.00

Resistance: $55.80, $57.60

DISCLAIMER:

Analisa ini merupakan sebuah prediksi dan bukan himbauan untuk melakukan trading. Use at your own risk!

Baca Juga:   Analisa Emas, Minyak dan Perak Harian 20 Februari 2019

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar