Akhir Pekan, Bullish Dolar AS Kehabisan Bensin Di Tengah Konflik AS-China

Reli Dolar AS terpantau melambat dan kemungkinan besar akan menyelesaikan pekan ini dengan trend yang flat. Kesepakatan perdagangan AS-China Fase Satu yang belum ditandatangani hingga saat ini, menyisakan tanya bagi para trader. Selain itu, volatilitas pun sangat rendah karena libur Thanks Giving membatasi gerak mata uang.

Indek Dolar AS, yang mengukur kekuatan Dolar terhadap enam mata uang mayor lainnya, turun 0.21 persen dan diperdagangkan di posisi 98.2, saat berita ini ditulis. Sebelumnya, indeks Dolar naik ke level tinggi 98.544, tertinggi pada tanggal 15 Oktober.

dxy

Kamis kemarin, China memperingatkan AS bahwa pihaknya akan mengambil langkah balasan yang keras, menyusul pengesahan UU Hak Asasi Manusia oleh AS untuk mendukung pemberontak anti pemerintah di Hong Kong. China menegaskan akan menggagalkan segala upaya yang bertujuan untuk mencampuri otoritas China di negara bisnis tersebut.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyulut kemarahan China karena tetap menandatangani UU HAM Hong Kong yang mendukung pemberontak. Padahal, ia seharusnya menyadari jika negaranya dan China sedang mengusahakan kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang. Pasar khawatir, ulah nekat Trump akan memperburuk tensi dengan China.

“Saya kira, pasar sedang kekurangan mood hari ini, kondisi tersebut ditunjukkan dari membisunya respon terhadap penandatanganan UU HongKong oleh Trump Rabu lalu,” kata Amo Shota, Direktur Klaruty FX di San Fransisco.

“Di sesi-sesi akhir, penguatan yang terjadi pada Sterling dan Euro, kian membebani Dolar AS dan tampaknya itu sudah cukup untuk mencegah Indeks Dolar AS ditutup di atas 98.45, yang mana merupakan setup bullish range break bagi Indeks Dolar,” sambung Sahota.

Euro naik tipis 0.09 persen terhadap Dolar AS, setelah data menunjukkan bahwa inflasi Zona Euro tumbuh lebih pesat daripada perkiraan. Kenaikan inflasi Zona Euro di bulan November ini disebabkan oleh naiknya harga makanan dan tarif pelayanan. Meski demikian, inflasi tahunan Zona Euro masih jauh di bawah targer ECB.

Baca Juga:   Pekerjaan AS Terlihat Mengalami Peningkatan, Penurunan Suku Bunga Masih Diharapkan

Tinggalkan sebuah Komentar