Saham Asia Berkinerja Positif Meskipun Timur Tengah Sedang Memanas

Permintaan beli saham di Wall Street terus mengalami kenaikan sejak hari Jumat pekan lalu. Nada serupa juga berlaku pada permintaan beli saham Asia menjelang pembukaan sesi Eropa di hari Senin ini (20/1). Beberapa ekuitas Asia mencetak kinerja sangat baik dengan indeks MSCI non Jepang yang melonjak menuju ke puncak awal tahun 2018 lalu. Sementara itu Nikkei Jepang turut naik sebesar 0,20 persen yang menjadi puncak dalam 15 bulan terakhir.

Gejolak Timur Tengah Diabaikan

Para pelaku pasar dan investor kemungkinan mengesampingkan berita geopolitik Timur Tengah yang cukup mengancam selera risiko. Pasokan minyak mentah dari Libya dan Irak kemungkinan akan berhenti  karena masalah geopolitik yang memanas. Harga minyak mentah global turut melonjak dengan baik pasca meluasnya berita berisiko tersebut.

Salah satu kemungkinan yang menjadi penyebab saham Asia tetap naik adalah para pedagang AS yang absen pada hari ini karena liburan. Selain itu keputusan bank sentral China untuk tidak melakukan perubahan kebijakan dan mempertahankan suku bunga, turut membuat para pedagang merasa optimis.

Saat ini saham China mengalami kenaikan ringan yang disusul oleh saham Australia ASX 200 yang naik 0,22 persen. Sementara itu saham Hang Seng HK gagal naik setelah adanya berita kekerasan demonstran yang terbaru. Hal serupa terjadi pada New Zealand, saham NZX 50 juga gagal mendaki.

Untuk saham India Sensex merosot tajam 0,50 persen karena kekhawatiran penurunan penerimaan pajak negara. Untuk Kospo Korea menguat setelah adanya perubahan pada industrinya. Di tengah saham Asia yang naik tapi juga ada yang tertekan, pasar obligasi tampak tidak mengalami pergerakan karena pedagang yang sedang libur Nasional AS. Tapi untuk indeks S&P 500 telah naik ringan 0,03 persen.

 

Baca Juga:   Pasar Saham Asia Menghijau Setelah Gabungan Faktor Termasuk Langkah Pemerintah China

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar